SINTYA RAHMAWATI DEWI · Okt 2026
Sintya Rahmawati Dewi. Analisis Novel “Perempuan di Titik Nol” karya Nawal El-Saadawi dalam Perspektif Gender (Teori Mansour Fakih). Skripsi. Maumere: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Muhammadiyah Maumere, 2026. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk ketidakadilan gender yang tergambar dalam novel “Perempuan di Titik Nol” karya Nawal El-Saadawi menggunakan perspektif teori Mansour Fakih. Novel ini mengisahkan perjalanan hidup Firdaus, seorang perempuan Mesir dari keluarga miskin yang mengalami berbagai penindasan sejak kecil, mulai dari kekerasan dalam keluarga, pernikahan paksa, pelecehan seksual, hingga menjadi pelacur mandiri yang akhirnya membunuh germo dan memilih hukuman mati sebagai bentuk perlawanan terhadap sistem patriarki. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Sumber data primer adalah novel “Perempuan di Titik Nol” karya Nawal El-Saadawi. Sedangkan data sekunder berasal dari buku teori Mansour Fakih dan penelitian relevan sebelumnya. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui teknik baca catat dan dokumentasi. Analisis data dilakukan secara tematik berdasarkan lima bentuk ketidakadilan gender menurut Mansour Fakih, yaitu marginalisasi, subordinasi, stereotipe, kekerasan, dan beban kerja ganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelima bentuk ketidakadilan gender tersebut secara dominan terdapat dalam novel. Marginalisasi ditemukan sebanyak (24 kutipan), subordinasi (36 kutipan), stereotipe (30 kutipan), kekerasan (27 kutipan) yang terbagi menjadi dua jenis: [kekerasan fisik (17 kutipan) dan kekerasan psikis (10 kutipan)], dan beban kerja ganda (10 kutipan). Temuan ini menggambarkan bagaimana tokoh Firdaus mengalami penindasan struktural dan kultural dalam masyarakat patriarkal Mesir. Melalui novel ini, Nawal El-Saadawi menyampaikan kritik tajam terhadap ketidakadilan gender dan memperjuangkan kesadaran serta perlawanan perempuan terhadap sistem yang menindas.